PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) BERBASIS DAUR ULANG BOTOL BEKAS AIR MINERAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI MITIGASI DAN ADAPTASI LINGKUNGAN
Abstract
Sampah plastik, khususnya botol bekas air mineral, menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan upaya mitigasi melalui edukasi sejak usia dini. Pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus memperkenalkan manfaat tanaman obat bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak usia dini mengenai mitigasi dan adaptasi lingkungan melalui praktik pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam TOGA. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di TPA Nurul Jannah, Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan dengan melibatkan 28 anak dan didampingi oleh 10 mahasiswa STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Metode yang digunakan meliputi observasi, koordinasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta manfaat berbagai jenis TOGA. Pendekatan learning by doing melalui kegiatan menghias botol bekas dan menanam TOGA mampu meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan kepedulian anak terhadap lingkungan. Kegiatan ini berhasil membentuk perilaku peduli lingkungan sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan serta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan lingkungan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gapura (Garba Pembangunan Masyarakat)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat